YANG MAU TRANSLATE GANTI BAHASA LAIN BISA NIH

Selasa, 04 September 2018

TEORI INFORMASI DAN NONVERBAL

Dalam “teori informasi” menurut B.Aubrey Fisher(1990), informasi diartikan sebagai pengelompokan peristiwa-peristiwa dengan fungsi dan tujuan untuk menghilangkan ketidakpastian. Informasi dapat disebut sebagai konsep yang absolut dan relatif karena informasi diartikan “bukan pesan” melaikan “jumlah”, benda dan energi. Informasi politik dalam “teori informasi” pada hakikatnya adalah komunikasi politik yang bersifat nonverbal (tidak terucapkan). 

Komunikasi nonverbal menurut Mark L. Knapp(1972) adalah (1)repetisi, yaitu mengulang kembali gagasan yang sudah disampaikansecara verbal, (2) subtitusi, yaitu menggantikan lambang-lamban verbal, (3) kontradiksi, yaitu memberikan makna yang lain terhadap pesan verbal.(4)komplemen, yaitu melengkapi atau memperkaya  pesan verbal.(5)aksentuasi. Yaitu lebih menegaskan pesan verbal. 

Informasi memiliki tiga pengertian. Menurut (schramm, 1977:13) pertama, informasi dipahami sama dengan pesan sebagaimana dianut dalam proses komunikasi mekanistis. Kedua, informasi adalah data yang sudah diolah, sebagaimana yang dipahami dalam SIM(sistem Informasi Manajemen). Ketiga informasi adalah segala sesuatu yang mempunyai ketidakpastian atau mempunyai jumlah kemungkinan alternatif. 

Menurut “teori informasi” tidak satupun “tindakan politik” para politikus atau kader partai yang bukan komunikasi politik, tapi juga dapat dipandang sebagai komunikasi politik nonverbal. Namun harus dipahami betul bahwa tindakan atau ucapan itu sesungguhnya boleh dianalisis sebagai sebuah pesan, melainkan adalah sebuah kemungkinan atau alternatif. 

Teori informasi itu dapat diterapkan dalam komunikasi politik dalam banyak bentuk seperti (1) memasang bendera, umbul-umbul, spanduk dan mendengarkan musik karena akan ada upacara partai politiki.(2) memakai pakaian seragam karenan ada pertemuan kader. (3) mempromosikan anggota partai yang berprestasi. Teori ini sangat  beragam dalam menentukan pilihan penempatan kader dalam menduduki jabatan-jabatan politik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar